“Sudah lama jalan ini sering dipakai balap liar. Biasanya ramai setelah tengah malam sampai subuh,” ujar seorang warga Karangduak yang enggan disebutkan namanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Warga menilai, aktivitas tersebut kerap luput dari pengawasan aparat. Mereka berharap adanya patroli rutin dan penindakan yang lebih konsisten, khususnya pada jam-jam rawan ketika jalanan lengang dan berpotensi disalahgunakan. Menurut warga, kehadiran aparat secara preventif dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kecelakaan terjadi.

Sementara itu, Satlantas Polres Sumenep menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat, terlebih di tengah harapan akan peningkatan kualitas pengamanan lalu lintas di wilayah Kota Sumenep. Masyarakat menilai, penanganan balap liar membutuhkan pendekatan yang lebih tegas dan berkelanjutan, tidak hanya melalui imbauan, tetapi juga patroli intensif dan penegakan hukum yang konsisten.

Tragedi yang merenggut nyawa dua pemuda ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada kesadaran pengguna jalan, tetapi juga pada kehadiran negara dalam memastikan ruang publik tetap aman. Tanpa pengawasan yang memadai, jalan raya berisiko terus menjadi arena berbahaya yang memakan korban jiwa.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2