LAMONGAN – Kapolsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur, AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., memimpin kegiatan video conference (Vidcon) bersama Kepala Desa Solokuro, perangkat desa, serta masyarakat Desa Solokuro, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari koordinasi dan penyampaian arahan pimpinan terkait peresmian Jembatan Merah Putih yang menjadi salah satu akses penghubung antar desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kegiatan Vidcon tersebut, peserta menerima arahan, petunjuk, dan perintah dari pimpinan melalui konferensi video. Penyampaian arahan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan peresmian Jembatan Merah Putih dapat berjalan secara tertib, aman, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., mengatakan bahwa koordinasi melalui Vidcon menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak, terutama dalam menyambut peresmian jembatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami bersama pemerintah desa dan masyarakat mengikuti arahan pimpinan terkait pelaksanaan peresmian Jembatan Merah Putih. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar, serta keberadaan jembatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar AKP Joko Suprianto.

Menurutnya, Jembatan Merah Putih memiliki nilai strategis karena berfungsi sebagai penghubung antar desa. Kehadiran akses tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, baik dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan maupun kegiatan lainnya.

Kegiatan Vidcon juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat. Koordinasi yang baik dinilai penting agar setiap unsur yang terlibat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, khususnya dalam mendukung kelancaran kegiatan peresmian.

Kapolsek menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya dukungan dan antusiasme warga terhadap pembangunan fasilitas yang dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat. Jembatan yang menghubungkan wilayah antar desa diharapkan mampu memperpendek jarak tempuh dan memperlancar arus transportasi.

“Jembatan ini bukan hanya sekadar sarana penghubung secara fisik, tetapi juga diharapkan menjadi penghubung berbagai aktivitas masyarakat. Dengan akses yang semakin mudah, kami berharap roda perekonomian masyarakat sekitar dapat bergerak lebih cepat dan peluang usaha semakin terbuka,” jelasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2