Sementara itu, Camat Solokuro dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa almarhum bukan hanya seorang pengasuh pondok pesantren, namun juga tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menjadi panutan bagi warga sekitar. Ia menilai almarhum memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan ketentraman masyarakat di Desa Tenggulun dan sekitarnya.

“Almarhum merupakan figur yang sangat dihormati dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Banyak nasihat dan kontribusi beliau yang dirasakan manfaatnya hingga saat ini,” ungkap Camat Solokuro.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal senada juga disampaikan oleh Danramil Solokuro yang turut menyampaikan rasa duka cita mendalam. Ia menyebut almarhum sebagai tokoh agama yang menjadi panutan, khususnya bagi para santri dan santriwati Pondok Pesantren Al-Islam. Kepergian almarhum dinilai sebagai kehilangan besar bagi dunia pendidikan keagamaan di Kecamatan Solokuro.

Takziah berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana duka, diiringi doa bersama agar almarhum mendapatkan rahmat dan ampunan. Kegiatan tersebut juga mencerminkan eratnya hubungan antara aparat pemerintah, TNI-Polri, dan tokoh agama dalam menjaga keharmonisan dan kebersamaan di tengah masyarakat Solokuro.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2