Berkat kehadiran Bank Sampah Amal Haqiqi, warga Kampung Mekarwangi menjadi rajin menabung sampah. Hal itu juga membuat warga tidak malu ketika mengambil sampah di jalanan atau saluran air.
“Kalau pagi-pagi kalau ada air gede kan tuh kan biasanya berantakan udah pagi-pagi udah ngambilin, jadi ibu-ibu tuh udah jadi nggak berasa jadi pemulung, dia berasanya jadi nasabah aja semua, jadi pada semangat Alhamdulillah,” ucapnya.
Sampah yang dikelola Bank Sampah Amal Haqiqi didominasi sampah plastik yang dapat didaur ulang. Ada juga sampah-sampah seperti besi bekas, aluminium bekas, sampah rumah tangga dan lain-lain.
“Iya itu (sampah yang diterima) yang bisa didaur ulang semua misalkan plastik-plastik bisa didaur ulang semua, ember-ember rusak, terus kaleng-kaleng itu bekas-bekas kaleng, apalagi kemarin bekas lebaran kaleng-kaleng banyak bener ya, ya sampah sampah rumah tangga juga banyak, Alhamdulillah yang tadinya berantakan juga jadi pada bersih,” ujarnya.
Ketika jadwal penimbangan sampah tiba, warga juga membawa buku tabungan untuk mencatat jumlah sampah yang dibawa. Sampah-sampah yang dibawa warga akan diproses lebih lanjut meliputi penimbangan, pencatatan dan pemilihan sampah.
“Sampah-sampah yang telah terkumpul akan dijual ke pengepul besar yang telah bekerja sama dengan kelurahan,” pungkasnya.






