Menurut Pendeta Mahardika, dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan untuk membantu kebutuhan gereja, kegiatan pendidikan, serta program pemberdayaan warga sekitar.

“Semua hasilnya kami gunakan kembali bagi pelayanan dan kemaslahatan bersama,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemerintah Desa Balun memberikan apresiasi penuh terhadap pelaksanaan Unduh-unduh. Melalui Sekretaris Desa Balun, Hafid, yang hadir mewakili Kepala Desa Balun menilai kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana umat beragama di desa Balun bisa hidup rukun, saling menghargai, dan bekerja sama menjaga keharmonisan.

“Riyaya Unduh-unduh GKJW Balun sudah menjadi bagian dari identitas warga. Kami dari pemerintah desa sangat mendukung, karena selain melestarikan budaya lokal, kegiatan ini memperkuat hubungan sosial antarwarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi ini telah berlangsung rutin selama tiga tahun terakhir dan selalu berjalan dengan tertib, meriah, dan penuh kedamaian.

Sebagaimana diketahui, Desa Balun dikenal luas sebagai “Desa Pancasila”, di mana tiga pemeluk agama diantaranya Islam, Kristen, dan Hindu hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati.

Riyaya Unduh-unduh menjadi salah satu contoh nyata kerukunan antarumat beragama yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

“Kami berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan, karena selain mempererat persaudaraan, Unduh-unduh juga menanamkan nilai syukur dan kebersamaan dalam kehidupan beragama,” ungkap Hafid.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2