“Pemutakhiran data adalah amanah. Ini bukan sekadar urusan angka dan dokumen, tetapi tentang memastikan hak masyarakat terpenuhi. Kita harus hadir dan melihat langsung kondisi warga, agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak,” tegasnya.
Selain memastikan ketepatan sasaran bantuan, ground check juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi persoalan sosial yang berkembang di masyarakat, seperti kemiskinan ekstrem, kerentanan pangan, hingga kelompok rentan baru akibat dampak ekonomi. Informasi lapangan tersebut akan menjadi dasar perumusan kebijakan sosial yang lebih adaptif dan kontekstual.
Kemensos menargetkan pemutakhiran DTSEN secara berkelanjutan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri, periode di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat. Dengan data yang akurat, penyaluran bantuan sosial diharapkan dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, serta mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perlindungan sosial nasional.






