Simbol Kedekatan Pers dan Masyarakat

​Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, dalam sambutannya mengungkapkan rasa apresiasi yang mendalam atas tingginya animo masyarakat. Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai 39 tim ini melampaui ekspektasi awal, mengingat ketatnya persaingan kreativitas di level akar rumput.

​”Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa kegiatan yang diselenggarakan PWI mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari masyarakat Lamongan. Ini adalah sinergi positif antara pers dan warga,” ujar Kadam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Ia menambahkan bahwa Lomba Senam Kreasi ini dipilih sebagai salah satu rangkaian utama HPN tahun 2026 dan HUT PWI ke-80 karena sifatnya yang inklusif. Selain mengampanyekan gaya hidup sehat melalui olahraga, ajang ini juga menjadi wadah ekspresi seni dan kreativitas bagi kelompok masyarakat, khususnya ibu-ibu yang selama ini menjadi penggerak komunitas di desa-desa.

​Sesi tanya jawab dalam TM tersebut sempat menghangat ketika salah satu peserta, Endang, melontarkan pertanyaan krusial mengenai kredibilitas penilaian.

Ia mempertanyakan sejauh mana independensi dewan juri dan apakah ada jaminan bahwa pemenang tidak ditentukan oleh kedekatan personal dengan organisasi wartawan tersebut.

​Menanggapi hal tersebut, panitia penyelenggara memberikan klarifikasi tegas. Pihak panitia menjamin bahwa seluruh dewan juri yang ditunjuk merupakan praktisi dan pakar di bidang senam serta seni pertunjukan yang tidak memiliki afiliasi politik maupun kepentingan pribadi dengan pengurus PWI.

​”Penjurian akan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan indikator yang objektif seperti teknik gerak, kreativitas formasi, kekompakan, hingga kesesuaian kostum. Tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” tegas perwakilan panitia di hadapan peserta.

​Penjelasan tersebut seketika meredakan kekhawatiran para peserta. Endang mengaku puas dan lega setelah mendapatkan jaminan tersebut.

“Kami butuh kepastian agar latihan keras kami selama ini tidak sia-sia. Setelah mendengar penjelasan panitia, kami merasa lebih tenang dan makin optimis untuk memberikan penampilan terbaik di hari H nanti,” tuturnya.

​Sesuai jadwal, Lomba Senam Kreasi PWI Lamongan ini akan dipanggungkan pada Minggu, 1 Februari 2026. Ajang ini diharapkan mampu menarik ribuan penonton untuk memadati lokasi lomba, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar area kegiatan.

​Lebih dari sekadar perebutan piala, PWI Lamongan berharap momentum HPN ke-80 ini menjadi ajang refleksi bagi insan pers untuk terus hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan olahraga dan seni, diharapkan hubungan antara jurnalis dan publik semakin harmonis, transparan, dan edukatif.

​Dengan persiapan yang sudah mencapai 90 persen, kini bola panas berada di tangan para peserta untuk membuktikan siapa yang paling kreatif dan enerjik dalam “menggoyang” Lamongan di akhir pekan mendatang.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2