“Halal bihalal ini bukan hanya ajang saling memaafkan, tetapi juga momentum strategis untuk mempererat hubungan antarsesama dalam bingkai ukhuwah islamiyah. Dari sini kita bangun sinergi menuju Unisla yang semakin unggul dan berkualitas,” ungkapnya.
Setelah sesi sambutan dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan makan soto Lamongan yang disambut antusias oleh seluruh peserta.
Hidangan khas tersebut menjadi bagian dari tradisi yang mempererat interaksi informal antar sivitas akademika.
Suasana akrab dan penuh kekeluargaan tampak jelas dalam kegiatan ini, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas kampus Islam yang terus berkembang ini.
Kegiatan halalbihalal ini sekaligus menjadi titik awal kebangkitan semangat kerja dan belajar pasca-Ramadan, dengan harapan Unisla terus menjadi pusat pendidikan Islam yang inklusif, unggul, dan berdaya saing global.(Bs)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





