LAMONGAN, BeritaSiber.com – Personel Polsek Lamongan Kota melakukan patroli sekaligus pengamanan kegiatan ibadah umat Kristiani di dua gereja yang berada di wilayah Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Minggu (30/8/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan rangkaian ibadah berjalan aman, tertib dan kondusif.

Kapolsek Lamongan Kota Kompol Beni Ulang Setiawan, S.Pd., M.A.P. mengatakan pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama. Kehadiran personel di lokasi diharapkan membuat jemaat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami melaksanakan patroli dan pengamanan di sejumlah gereja yang melaksanakan kegiatan ibadah. Kehadiran anggota merupakan bentuk pelayanan kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, lancar dan kondusif,” ujar Kompol Beni.

Pengamanan dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga kegiatan selesai. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Lamongan Kota menyambangi dua rumah ibadah, yakni Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius dan Gereja Bethany Lamongan.

Dua personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut, yakni Aiptu M. Azis dan Aipda Andri F. Keduanya melakukan patroli serta pemantauan di sekitar lokasi gereja selama pelaksanaan ibadah berlangsung.

Di Gereja Bethany Lamongan, kegiatan ibadah diikuti sekitar 100 jemaat. Sementara di Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius, jumlah jemaat yang mengikuti ibadah tercatat sekitar 60 orang.

Petugas melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar gereja, termasuk memastikan akses keluar-masuk jemaat berjalan dengan tertib. Patroli juga dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan keagamaan berlangsung.

Kompol Beni menegaskan, pengamanan rumah ibadah menjadi salah satu bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.

“Yang paling utama adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” katanya.

Ia menambahkan, pola pengamanan tidak hanya dilakukan ketika terdapat situasi yang dianggap rawan. Patroli preventif juga menjadi bagian penting untuk mencegah potensi gangguan sebelum terjadi.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2