Anang menegaskan pelaksanaan pasar murah tidak berhenti di Alun-Alun Lamongan. Pemerintah daerah akan memperluas kegiatan tersebut ke berbagai desa berdasarkan permintaan masyarakat.

“Harapan saya dari kegiatan ini stabilitas harga yang ada di Kabupaten Lamongan bisa terkendali. Langkah ini juga akan kita lanjutkan dan tidak berhenti melakukan kegiatan pasar murah di beberapa titik,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menyebutkan pasar murah telah digelar di sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir, di antaranya Kecamatan Deket, Kecamatan Lamongan dan beberapa desa lainnya. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Program pasar murah juga direncanakan terus berlangsung hingga akhir tahun dan berlanjut pada awal tahun mendatang. Pemerintah berharap keberlanjutan program ini dapat menjadi salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Antusiasme warga terlihat dari masyarakat yang memanfaatkan pasar murah untuk membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga. Ta’limah, salah seorang warga setempat, mengaku senang karena harga sejumlah komoditas yang tersedia lebih murah dibandingkan harga yang biasa ditemuinya di pasaran.

“Tadi beli beras, bawang, minyak lebih murah alhamdulillah. Berasnya dapat Rp 55 ribu, telur Rp 21 ribu, jauh lebih murah. Membantu, semoga lebih murah dan sering digelar,” ujar Ta’limah.

Pemkab Lamongan berharap pasar murah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain membantu konsumen, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen pengendalian harga pangan. Pemerintah daerah pun berkomitmen melanjutkan koordinasi dengan pemerintah provinsi serta memperluas jangkauan pasar murah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan.

Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan dan menyasar sejumlah desa, pasar murah diharapkan mampu menjaga keseimbangan harga komoditas pangan sekaligus membantu mempertahankan daya beli masyarakat Lamongan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2