Ekonomi inklusi dengan fokus pada UMKM juga harus memperhatikan pemerataan akses terhadap fasilitas pendukung seperti pelatihan, pembiayaan, dan teknologi. Pemerintah harus terus mendorong kebijakan yang dapat mempercepat transformasi digital UMKM agar mereka bisa lebih kompetitif di pasar global.
Selain itu, kerjasama dengan negara anggota BRICS dapat membuka peluang ekspor dan memperkenalkan produk-produk UMKM Indonesia ke pasar internasional yang lebih luas.
Kesempatan Indonesia untuk berpartisipasi dalam BRICS seharusnya tidak hanya dilihat sebagai prestasi diplomatik, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat perekonomian domestik melalui pemberdayaan UMKM.
Dengan kolaborasi yang tepat, Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara berkembang lainnya dalam menciptakan ekonomi inklusif yang tidak hanya mengutamakan pertumbuhan, tetapi juga keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Oleh: Dr Abid Muhtarom,SE.,SPd.,MSE (dekan fakultas ekonomi dan bisnis UNISLA / Wakil dewan pengupahan kabupaten Lamongan / wakil ketua ANSOR kabupaten Lamongan)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






