BERITASIBER.COM | BULUKUMBA — Puluhan kader posyandu di Desa Bulolohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, hingga awal Maret 2026 masih belum menerima honor dan insentif yang menjadi hak mereka sejak Oktober 2025.
Kondisi ini memicu keresahan di kalangan kader, terlebih muncul dugaan bahwa dana tersebut telah dicairkan namun belum disalurkan sepenuhnya kepada para penerima.
Sejumlah kader mengungkapkan bahwa hanya sebagian kecil rekan mereka yang telah menerima honor pada awal tahun 2026. Sementara itu, puluhan lainnya hingga kini belum memperoleh kepastian pembayaran. Padahal, dalam sebuah pertemuan yang digelar pada pertengahan Februari lalu, pihak bendahara desa disebut menjanjikan pencairan dalam waktu dekat.
“Kami sudah beberapa kali mempertanyakan hal ini, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Yang membuat kami bingung, ada beberapa teman yang sudah dibayarkan, sementara kami belum menerima apa pun,” ujar salah seorang kader yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (1/3/2026).
Di kalangan kader, beredar informasi bahwa dana insentif tersebut telah masuk ke rekening bendahara desa. Namun, penyalurannya diduga tidak dilakukan secara menyeluruh. Situasi ini semakin memunculkan dugaan adanya penyelewengan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi para kader posyandu.
Sekretaris Desa Bulolohe, Sibar, membenarkan adanya persoalan keterlambatan pembayaran honor tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa telah melakukan pembahasan internal bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) guna mencari solusi terbaik.
“Hari ini kami mencoba memediasi secara internal dan memanggil bendahara desa untuk klarifikasi. Namun yang bersangkutan tidak hadir. Sampai sekarang keberadaannya belum diketahui. Yang datang hanya istrinya, itu pun belum ada solusi konkret,” ungkap Sibar saat dihubungi, Senin (2/3/2026).





