BERITASIBER.COM | SUMENEP – Dinamika internal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep kembali mengemuka. Sejumlah kader menyoroti pentingnya penegakan ketertiban administrasi dan kepatuhan terhadap jenjang kaderisasi, seiring menguatnya wacana pergantian atau reshuffle pengurus dalam pleno cabang.
Seorang kader HMI Cabang Sumenep menilai, kebijakan evaluasi kepengurusan tidak semestinya hanya bertumpu pada tingkat keaktifan semata. Menurutnya, aspek administrasi organisasi serta pemenuhan tahapan kaderisasi, khususnya Latihan Kader II (LK2), harus menjadi indikator utama dalam menilai kelayakan seorang pengurus.
“Keaktifan memang penting, tetapi tidak boleh mengabaikan administrasi dan syarat kaderisasi. Kepengurusan HMI memiliki aturan baku, termasuk kewajiban mengikuti LK2 bagi pengurus cabang,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Ia juga menyinggung adanya dugaan bahwa sejumlah pengurus inti belum menuntaskan jenjang LK2. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyalahi ketentuan organisasi sekaligus melemahkan sistem kaderisasi yang selama ini menjadi ruh pergerakan HMI.
“Jika benar ada pengurus inti yang belum LK2, ini perlu menjadi perhatian serius. Kaderisasi bukan formalitas, melainkan fondasi utama dalam membentuk kualitas kepemimpinan di tubuh HMI,” tegasnya.





