“Pertanian menjadi sektor terbesar yang menerima dana KUR, dengan total penyaluran mencapai Rp 3,81 triliun, diikuti oleh sektor jasa produksi dan industri pengolahan,” ungkapnya.
Bank Mandiri tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga memastikan kualitas penyaluran dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam analisis kredit. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang tetap terkendali, menunjukkan manajemen risiko yang baik.
Selain itu, Bank Mandiri berkomitmen untuk memanfaatkan inovasi teknologi dalam memperluas akses layanan perbankan bagi UMKM.
Melalui platform digital seperti Livin’ by Mandiri, Kopra by Mandiri, dan Livin’ Merchant, Bank Mandiri memberikan solusi yang memudahkan UMKM dalam mengakses pembiayaan, melakukan transaksi, dan mengelola keuangan secara efisien.
“Peran Mandiri Agen juga dimaksimalkan sebagai mitra layanan keuangan di berbagai daerah, sehingga Bank Mandiri dapat menjangkau pelaku UMKM di daerah terpencil dan memberikan edukasi keuangan yang diperlukan untuk mengelola usaha dengan lebih baik,” urainya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Bank Mandiri bertekad untuk membangun fondasi pertumbuhan UMKM yang kuat dan mandiri.
Dukungan berkelanjutan serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat mengoptimalkan penyaluran KUR, memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi nasional, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Program KUR yang digulirkan oleh Bank Mandiri menjadi solusi efektif bagi pengembangan UMKM di Indonesia, dengan penyaluran yang telah mencapai Rp 12,83 triliun hingga Maret 2025.
Melalui inovasi dan komitmen yang tinggi, Bank Mandiri terus mendukung UMKM agar semakin tangguh dan berkembang.(*)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





