BERITASIBER.COM | LAMONGAN — Kabar menggembirakan datang untuk para petani. Pemerintah resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi sekitar 20 persen setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) terbaru.
Kebijakan ini disambut penuh syukur oleh petani serta pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lamongan, yang menilai langkah pemerintah ini sangat membantu menghadapi Musim Tanam Ketiga (MT3).
Wakil Ketua HKTI Lamongan, Kusbianto Susilo Putro, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, terutama Presiden RI dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Alhamdulillah, dengan turunnya harga pupuk melalui Permentan, petani sangat bersyukur. Ini hasil perjuangan panjang DPP dan DPW HKTI Jawa Timur yang terus mendorong agar harga pupuk kembali terjangkau,” ujar Kusbianto, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, harga pupuk kini mengalami penurunan signifikan. Harga urea kini sekitar Rp90 ribu per sak, sedangkan NPK turun menjadi Rp92 ribu per sak. Ia optimistis kebijakan ini akan memperkuat semangat petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga stabilitas harga hasil panen.
Selain penurunan harga, Kusbianto memastikan bahwa jatah pupuk untuk petani tetap aman. Pemerintah bahkan berkomitmen menambah pasokan jika terjadi kekurangan di lapangan.





