“Saya juga kurang tahu apakah tidak lancarnya pasokan ini karena ada program pemerintah itu (SPHP)? Silakan saja program SPHP, tapi jangan sampai mematikan pedagang kecil. Lagian distribusinya juga enggak semua kebagian,” tegasnya.

Di sisi lain, konsumen pun mulai merasakan dampak signifikan dari lonjakan harga beras ini. Heni Nurhayati (42), seorang ibu rumah tangga asal Soreang, mengaku harus mengatur ulang belanja bulanan agar kebutuhan dapur tetap tercukupi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sekarang apa-apa mahal. Ibu-ibu harus pintar mengatur pengeluaran. Dengan kondisi ekonomi sekarang, susah kalau harus beli beras mahal terus,” ujarnya.

Biasanya membeli 5 kilogram beras dalam sekali belanja, kini Heni hanya mampu membeli 4 kilogram.

Hal senada disampaikan oleh Asti, warga lainnya, yang berharap pemerintah segera turun tangan.

“Mudah-mudahan kondisi ekonomi cepat pulih dan membaik. Sudah beruntung masih bisa beli beras meskipun harganya naik,” katanya.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2