BERITASIBER.COM – Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri mengalami kenaikan signifikan dalam dua pekan terakhir. Di Pasar Pahing, salah satu pusat perdagangan bahan pangan di kota tersebut, harga ayam yang sebelumnya berkisar Rp24 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp34 ribu per kilogram.
Lonjakan hingga sekitar 40 persen itu dikeluhkan pedagang maupun konsumen karena berdampak langsung terhadap aktivitas jual beli dan meningkatnya pengeluaran rumah tangga.
Kenaikan harga yang terjadi bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru membuat permintaan ayam potong dinilai mengalami peningkatan. Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pasokan agar harga tidak terus merangkak naik dan semakin membebani masyarakat.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Pahing, Nur Rokhim, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, harga di tingkat pedagang terus mengalami penyesuaian mengikuti harga pasokan dari distributor sehingga pedagang tidak memiliki banyak pilihan selain menjual dengan harga yang lebih tinggi kepada konsumen.
Ia menuturkan, kondisi tersebut membuat omzet penjualan mulai menurun. Banyak pelanggan yang biasanya membeli satu ekor ayam utuh kini memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit atau hanya membeli bagian tertentu agar pengeluaran tetap sesuai anggaran.
Menurut Nur Rokhim, meningkatnya kebutuhan pasokan menjadi salah satu faktor yang diduga memengaruhi kenaikan harga ayam di pasaran. Ia menduga kembali berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah ikut meningkatkan permintaan ayam dalam jumlah besar.
“MBG kembali beroperasi, harga ayam jadi naik seiring permintaan pasokan barang meningkat,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan pedagang dan belum ada keterangan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait yang menyatakan bahwa kenaikan harga ayam secara langsung dipicu oleh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Selain meningkatnya permintaan, pelaku usaha menilai faktor distribusi dan ketersediaan stok dari peternak juga dapat memengaruhi pergerakan harga. Apabila pasokan yang masuk ke pasar tidak sebanding dengan kebutuhan konsumen, harga cenderung mengalami kenaikan dalam waktu singkat.





