Selain berbicara mengenai peran ulama, Prabowo juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan, termasuk pendidikan yang berada di lingkungan sekolah dan pesantren NU.
Pemerintah berkomitmen memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan, salah satunya melalui penyediaan layar interaktif. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Prabowo menegaskan bahwa berbagai program pemerintah harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut dia, pembangunan tidak semata-mata berbicara mengenai kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga bagaimana program tersebut benar-benar hadir dan memberikan dampak bagi rakyat.
Komitmen terhadap pendidikan tersebut dinilai penting mengingat pesantren dan lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda Indonesia. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, akhlak, dan rasa cinta terhadap Tanah Air.
Semangat kebangsaan yang disampaikan Prabowo juga kembali tercermin melalui pesan dalam lagu Syubbanul Wathan, termasuk penggambaran Indonesia sebagai negeri yang menjadi panji martabat bangsa.
Pembukaan Muktamar ke-35 NU 2026 ditandai dengan penabuhan bedug oleh Presiden Prabowo bersama jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Penabuhan bedug tersebut menjadi simbol dimulainya forum permusyawaratan terbesar NU sekaligus menandai dimulainya rangkaian pembahasan organisasi.
Muktamar menjadi momentum bagi warga NU untuk membahas berbagai agenda strategis organisasi, sekaligus merumuskan arah gerak NU ke depan.
Kehadiran Presiden dalam pembukaan forum tersebut juga menjadi penanda kuatnya hubungan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam membangun kehidupan bangsa.
Prabowo berharap semangat pengabdian yang selama ini ditunjukkan para ulama dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Nilai cinta Tanah Air, penghormatan kepada ulama, penguatan pendidikan, serta kepedulian terhadap masyarakat menjadi pesan yang mengemuka dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU.
Melalui momentum tersebut, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk memastikan kebijakan negara tidak berhenti sebagai program, tetapi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, termasuk warga yang berada di lingkungan pesantren dan komunitas NU.





