Sementara Ketua Yayasan As-Salafiyah Sumber Dhuko Pamekasan KH Ahmad Mudatsir dalam sambutannya menyebutkan bahwa kesempatan mengenyam kuliah tidak menjamin seseorang menjadi kaya, akan tetap menjamin pernah berpikir belajar baik.

“Kesempatan mengenyam kuliah tidak menjamin untuk jadi orang kaya, akan tetapi sesuatu yang dijamin yaitu pernah belajar berpikir baik, pernah belajar berpikir jernih, pernah belajar lurus, tidak bercampur aduk dengan logical fallacy atau sesat fikir. Itu yang dijanjikan perguruan tinggi,” katanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurutnya, urusan kehidupan spiritual, sosial dan ekonomi, memang dipelajari secara teoritik, namun tidak lantas membuat mahasiswa yang sudah diwisuda menjadi seorang wali apalagi menjadi orang kaya.

“Tapi cara-cara yang dipelajari itu bisa untuk menuju ke sana (menjadi seorang wali, menjadi orang kaya, red). Jadi, perguruan tinggi menjamin itu. Menjamin pengalaman bahwa kita pernah berpikir baik. Pernah perfikir yang sesuai dengan tuntunan-tuntunan Alquran,” ungkapnya.

Ahmad Mudatsir pun mencontohkan, ketika menilai pada sesuatu, maka harus berpikir adil. Karena adil lebih dekat dengan ketakwaan. “I’diluu huwa aqrabu littaqwaa. Paling tidak, itu yang dijamin oleh perguruan tinggi dengan tri dharma perguruan tingginya,” ujarnya.

Pihaknya pun berpesan kepada para mahasiswa yang telah diwisuda. Mau di mana pun tetap berhubungan baik Sang Khaliq melalui ibadah-ibadah yang wajib dan sunnah.

“Itu jangan ditinggalkan. Jangan mentang-mentang sudah belajar filsafat, lalu menjauhkan diri dari Allah. Nah itu salah satu tanda-tanda ilmu yang tidak bermanfaat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ahmad Mudatsir mengatakan, jika ada salah satu alumni yang melanjutkan pendidikan dan menjadi seorang advokat, agar dapat membela orang-orang yang lemah sesuai dengan kapasitas keilmuannya. (*)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2