BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Universitas Islam Lamongan (Unisla) melalui Program Studi Kesehatan Lingkungan (Kesling) menggelar seminar internasional bertajuk “Awareness Against Health Threats of Climate Change (AWARE)” pada Kamis, 22 Mei 2024, di Auditorium Pascasarjana Unisla.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman kesehatan yang diakibatkan oleh perubahan iklim.
Dr. Rizky Rahardian Wicaksono, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unisla, menjelaskan bahwa seminar ini membahas berbagai isu terkait perubahan iklim yang berdampak pada kesehatan.
“Dalam seminar tersebut, kami membahas fenomena cuaca yang tidak menentu dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Meskipun saat ini seharusnya memasuki musim kemarau, hujan masih sering terjadi, yang dapat meningkatkan potensi gangguan kesehatan, salah satunya adalah diare.
“Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, terjadi peningkatan kasus diare pada balita, dengan 118 kasus yang dilaporkan, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.
Faktor risiko yang diidentifikasi dalam seminar ini meliputi sanitasi yang buruk, cuaca ekstrem, dan kurangnya akses terhadap air bersih.
Pembicara juga menekankan pentingnya sanitasi yang baik untuk mencegah penyakit seperti demam berdarah dan diare. Puskesmas memiliki peran penting dalam mendeteksi dan menangani kasus-kasus kesehatan ini secara dini.
Universitas Islam Lamongan dan Fakultas Ilmu Kesehatan memfasilitasi seminar internasional ini tidak hanya sebagai diskusi ilmiah, tetapi juga sebagai forum antarnegara yang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekologis dan sosial.





