“Hasil dari seminar ini diharapkan dapat memberikan kesimpulan dan rekomendasi bagi masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem,” harap Dr. Rizky.

Mahasiswa Kesehatan Lingkungan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pengetahuan yang diperoleh dari seminar ini kepada masyarakat. Mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan solusi preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat, bukan hanya sebagai pengamat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam konteks perubahan iklim, seminar ini juga membahas pentingnya menjaga kebersihan pribadi. Hal ini mencakup menjaga pola makan yang bergizi, menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, serta selalu membawa hand sanitizer dan sabun cuci tangan sebagai langkah preventif.

Dr. Rizky juga membeberkan beberapa jenis penyakit yang perlu diwaspadai akibat perubahan iklim, antara lain diare, demam berdarah, dan flu.

“Perubahan iklim dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, sehingga individu menjadi lebih rentan terhadap penyakit,” tegasnya.

Sebagai pembicara kunci, seminar internasional ini menghadirkan Prof. Yu-Chun Wang, Ph.D., pakar kesehatan lingkungan dari Chung Yuan Christian University, Taiwan. Selain itu, turut menjadi pemateri Arief Firman Wicaksono, SKM, Penelaah Teknis Kebijakan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi semua peserta dalam menghadapi tantangan kesehatan akibat perubahan iklim.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan waspada terhadap ancaman kesehatan yang mungkin timbul akibat perubahan iklim yang semakin nyata.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2