Berdasarkan pengamatan awal petugas, luka di kepala korban diduga kuat berasal dari hantaman benda tumpul atau senjata yang digunakan oleh pelaku. Meski demikian, kepolisian belum memberikan keterangan rinci mengenai motif maupun jenis senjata yang digunakan guna kepentingan penyelidikan yang masih berjalan.

“Saat ini, Tim Satreskrim Polres Lamongan tengah bekerja secara intensif. Kami sedang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk membuat terang peristiwa ini,” tambah IPDA M. Hamzaid.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jasad korban yang berjenis kelamin laki-laki tersebut telah dievakuasi oleh petugas menuju rumah sakit terdekat untuk menjalani proses Visum et Repertum. Langkah ini diambil untuk memastikan secara medis penyebab kematian serta waktu pasti terjadinya penganiayaan tersebut.

Garis polisi (police line) masih terpasang erat di kediaman korban di Dusun Talun guna mencegah masuknya warga yang tidak berkepentingan, mengingat tim penyidik masih memerlukan sterilisasi lokasi untuk mencari jejak pelaku.

Polres Lamongan mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Pihak kepolisian berjanji akan memberikan keterangan resmi lebih lanjut setelah hasil otopsi dan keterangan saksi-saksi kunci berhasil dikumpulkan secara lengkap.

“Sampai saat ini masih proses penyelidikan tim Satreskrim, nanti perkembangan selanjutnya akan kita sampaikan lebih lanjut,” ungkap IPDA Hamzaid.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2