Pihaknya berharap, dengan terselenggaranya MoU ini bisa fokus pada pemberdayaan ekonomi. Sehingga sahabat Ansor ini bisa tenang dalam berhikmad dalam menjaga ulama, kiai, dan ber-ansor.
“Dengan adanya MoU ini, program kita bisa benar-benar terintegritas sesuai dengan keinginan pimpinan pusat dan juga PBNU saat ini. Bahwa Ansor harus bisa memanfaatkan sumber daya yang ada termasuk bekerjasama dengan seluruh stakeholder yang bisa bermanfaat bagi GP Ansor Lamongan,” jelasnya.
Muhlisin mengungkapkan, setelah terbentuknya badan hukum berbentuk PT Ansor Lamongan Jaya yang nantinya diharapkan bisa mengakomodir usaha sahabat-sahabat Ansor yang selama ini belum mempunyai legalitas.
Menurutnya, banyak sebenarnya potensi yang dimiliki sahabat Ansor Lamongan mungkin sampai hari ini secara pengakuan belum ada. Namun secara nyata sudah ada yang bergerak dibidang home industri.
“Sebenarnya sudah ada seperti halnya dibidang home industri, seperti pembuatan makanan, jasa sablon, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Sehingga kedepan, diharapkan bisa terwujud kemandirian ekonomi dari sahabat ansor Lamongan melalui usaha bidang UMKM.
“Minimal setiap kecamatan ada 50 sampai dengan 100 UMKM, maka kedepannya bisa terwujud kemandirian ekonomi dari sahabat Ansor,” pungkasnya.





