Sementara itu menurut Kepala Dispora Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menyebut Festival Dayung Tejoasri sebagai event yang lengkap.
“Di sini kita lihat sinergi yang luar biasa: kearifan lokal, gotong royong, semangat sehat melalui olahraga tradisional, serta peran aktif UMKM. Ini harus menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Timur,” jelasnya.
Festival Dayung Tejoasri, Warisan Majapahit yang Bangkit di Era Modern
Lebih dari sekadar kompetisi, Festival Dayung Tejoasri menjadi upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal yang kaya.
Lokasi festival, Bendungan Bengawan Mati, merupakan bagian dari aliran Bengawan Solo yang sejak zaman Kerajaan Majapahit hingga era kolonial menjadi jalur ekonomi penting bagi wilayah Lamongan.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan di tingkat provinsi, Desa Tejoasri dinilai layak menjadi ikon sport tourism Jawa Timur ke depannya.
Pemenang Festival Dayung Tejoasri 2025
Setelah melalui babak penyisihan dan final yang menegangkan, berikut adalah daftar pemenang Festival Dayung Tejoasri 2025:
- Juara 1: Desa Tebaloan, Kabupaten Gresik
- Juara 2: Desa Kabalan, Kabupaten Bojonegoro
- Juara 3: Desa Tambaklekok, Kabupaten Pasuruan
- Harapan 1: Desa Parengan, Kabupaten Lamongan
Seluruh peserta memperebutkan total hadiah senilai Rp20 juta, dengan masing-masing tim terdiri dari delapan pendayung, satu maskot, satu ofisial, dan satu cadangan.(Bs)






