BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Stagnasi ekonomi, yang ditandai oleh pertumbuhan rendah di bawah 2%, menjadi ancaman nyata bagi perekonomian global, termasuk Indonesia.
Dengan tanda-tanda perlambatan produksi, inovasi industri, pengangguran yang meningkat, serta melemahnya daya beli masyarakat, prediksi stagnasi ekonomi 2025 menuntut langkah antisipatif dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA).
FEB UNISLA memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan stagnasi ekonomi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan
Dalam kondisi stagnasi, inovasi menjadi kunci pemulihan ekonomi. FEB UNISLA dapat memperkuat program kewirausahaan dan memberikan pelatihan berbasis teknologi kepada mahasiswa agar mereka mampu menciptakan peluang kerja baru melalui UMKM dan startup digital.
2. Mengintegrasikan Penelitian dengan Kebutuhan Lokal
Dengan fokus pada kebutuhan ekonomi daerah, penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dapat diarahkan untuk mengatasi masalah spesifik, seperti peningkatan efisiensi agribisnis di Lamongan, optimalisasi sumber daya kelautan, dan digitalisasi UMKM.
3. Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan
FEB UNISLA perlu memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku industri untuk mengimplementasikan kebijakan yang mendukung penciptaan lapangan kerja, khususnya di sektor informal yang berpotensi besar di Lamongan.






