Untuk mengawalinya, saat ini Pemerintah desa sudah membuatkan kemasan bungkus nasi boran dengan tulisan nasi boran, sebagai pembeda nasi boran yang dijajakan warga selain dusun Kaotan. Dengan begitu penikmat nasi boran akan bisa membedakan mana yang produk asli Kaotan atau diluar Kaotan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sedangkan menurut O’on Zulianto Efendi, Panitia Bazar menyebut, jika ditotal, saat ini terdapat seratus lebih warga dusun Kaotan yang berprofesi sebagai penjual nasi boran, dan semuanya tersebar dibeberapa lokasi strategis di Kota Lamongan.

“Ratusan penjual nasi boran ini tidak semuanya kita hadirkan dalam bazar boranan, mungkin tahun depan kita akan membuat yang lebih banyak lagi penjual nasi boran yang terlibat.” sebutnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ditambahkan O’on, bazar boranan ini sekaligus sebagai rangkaian dalam kegiatan ruwatan desa, sehingga dihadirkan pula pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk. Dan bazar boranan berlangsung dari sore hingga malam hari.

“Animo masyarakat luar biasa, sudah tentu mereka datang ingin merasakan rasa nasi boranan yang asli produksi warga Kaotan, yang rasanya dijamin ada ciri khasnya pedas dan gurih,” ungkap O’on.

Nasi boran merupakan kuliner khas Lamongan yang terkenal selain Soto Ayam dan tahu campur Lamongan. Dinamai nasi boran karena wadah nasinya disebut boran, yakni anyaman dari bambu yang diperuntukkan sebagai wadah atau tempat nasi. Nasi boran dilengkapi dengan lauk pletok, ikan sili, rempeyek, tak lupa guyuran bumbu pedasnya yang menggugah selera makan.

Jika berkunjung ke Kota Lamongan sangatlah muda menjumpai penjaja nasi boran ini, karena dijual dari pagi hingga malam hari. Tempat-tempat yang banyak menyediakan nasi boran ada di sekitar pertigaan jalan Sunan Drajad, sekitaran Plaza Lamongan, Jalan Basuki Rahmad, bahkan di jalan Raya Poros Nasional sekitaran Ndapur, atau Jalan Jenderal Sudirman. Jika tertarik, silahkan mencobanya. (Bs)

Editor : Achmad Bisri
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2