“Mereka sudah seperti siswa lainnya, bahkan sudah bermain bola kembali. Semua ada dokumentasinya,” kata dia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pengakuan Orang Tua Murid dan Laporan Resmi

Sementara itu, Surahmi, salah satu orang tua murid, menyampaikan versi berbeda. Ia mengaku telah mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi langsung kepada PLT Kepala Sekolah pada hari kejadian isu ini berkembang di beberapa murid.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Saya datang menemui PLT kepala sekolah untuk klarifikasi, dan di hadapan saya beliau mengakui bahwa ada pencatatan nama siswa. Bahkan disebutkan itu perintah langsung dari dirinya yang telah dikoordinasikan dengan pihak dinas dan komite,” ujar Surahmi dengan suara tegas.

Surahmi mengaku telah melaporkan dugaan intimidasi tersebut secara tertulis ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Inspektorat Kabupaten Bulukumba.

“Saya sudah adukan secara tertulis. Saya juga siap memberikan bukti kuat atas pernyataan itu, karena disampaikan di hadapan saya dan disaksikan beberapa murid, dan saat ini saya menunggu panggilan dari saja dari tim pemeriksa untuk permasalahan ini, biar seluruh pihak yang diduga terlibat bisa diberikan sanksi jika terbukti melakukan intimidasi” tegasnya.

Selain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, Andi Buyung Saputra, membenarkan adanya pengaduan tersebut. Ia menyatakan bahwa saat ini proses penanganan masih pada tahap pengambilan keterangan.

“Sementara pengambilan keterangan,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp beberapa hari yang lalu hanya berlaku di dalam kelas?” katanya.

Di tengah dinamika tersebut, berbagai pihak berharap proses klarifikasi berjalan adil dan transparan, sehingga sekolah dapat kembali menjadi ruang belajar yang aman dan kondusif, bukan arena konflik berkepanjangan(Arie).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2