“Konsep kami back to nature. Pengunjung bisa menikmati makanan sambil merasakan suasana desa yang asri di tepi Bengawan Solo dengan pemandangan yang benar-benar alami,” jelasnya.
Sementara itu Perwakilan Dinas PMD Kabupaten Lamongan menegaskan bahwa Desa Jatirenggo terpilih sebagai Desa Berdaya berdasarkan capaian Indeks Desa Membangun (IDM) yang tinggi. Pada 2025, terdapat dua desa di Lamongan yang menerima program ini, yaitu Desa Jatirenggo Kecamatan Glagah dan Desa Klagensrampat Kecamatan Maduran.
“Desa Berdaya bertujuan mengangkat ekonomi desa melalui sektor unggulan yang dikelola BUMDes. Di Desa Jatirenggo, sektor unggulan itu adalah wisata kuliner pinggir Bengawan Solo, yang diharapkan mampu memperkuat pendapatan masyarakat dan UMKM desa,” ujar Kabid Usaha Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat, Rahadi Puguh Raharjo.
Ia menilai pengelolaan kuliner udang Conga berpotensi besar menjadi ikon kuliner baru Lamongan dan bahkan dapat berkembang sebagai komoditas ekspor melalui dukungan pemberdayaan desa.
Usai menikmati menu yang disajikan, Puguh mengaku terkesan dengan ragam menu khas Desa Jatirenggo.
“Rasanya mantap. Udang Conggah berbeda sekali dibanding olahan udang lainnya. Rica-rica belut, ayam bambu, dan menu ikan asapnya juga juara. Ini bisa jadi ikon kuliner Lamongan ke depan,” ujarnya.
Program Desa Berdaya di Jatirenggo diharapkan dapat berjalan berkelanjutan melalui proses monitoring dan evaluasi dari PMD. Pemerintah desa menargetkan wisata kuliner ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.(Bs).






