BERITASIBER.COM — Kepolisian Sektor (Polsek) Solokuro, jajaran Polres Lamongan Polda Jawa Timur, terus memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui aksi nyata di sektor ketahanan pangan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan petani, jajaran Polsek Solokuro melaksanakan kegiatan monitoring langsung ke lahan pertanian serta berdialog interaktif bersama para petani jagung di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada hari Minggu (19/07/2026).
Kegiatan sambang dan monitoring tanaman jagung ini dilakukan guna memastikan perkembangan sektor pertanian warga berjalan dengan baik sekaligus menyerap aspirasi secara langsung dari lini bawah. Di tengah hamparan tanaman jagung yang subur, para petani memanfaatkan momen tersebut untuk mencurahkan berbagai kendala krusial yang tengah dihadapi dalam mengelola lahan pertanian mereka musim ini.
Berdasarkan hasil dialog di lapangan, dua permasalahan utama yang dikeluhkan oleh para petani Desa Banyubang adalah serangan hama tikus yang mulai merusak tanaman jagung serta persoalan keterlambatan pasokan pupuk subsidi dari pemerintah. Kedua kendala klasik ini dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat produktivitas hasil panen dan merugikan para petani lokal jika tidak segera dicarikan solusi yang komprehensif.
Menanggapi keluh kesah tersebut, pihak Polsek Solokuro langsung merespons dengan sigap dan proaktif. Kepolisian menyatakan kesediaannya untuk mengambil peran aktif sebagai fasilitator antara para petani jagung dengan instansi terkait, khususnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Solokuro. Rencananya, seluruh aspirasi dan keluhan petani ini akan segera dibawa dan disampaikan langsung oleh pihak polsek dalam forum Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral bersama seluruh UPT di wilayah Kecamatan Solokuro.





