Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, dalam pidato deklarasinya menegaskan bahwa partai yang dipimpinnya tidak lahir dari elite kekuasaan. “Partai Gema Bangsa tidak dibangun dari ruang-ruang kekuasaan, tetapi dari keresahan sosial dan suara kaum marjinal yang selama ini tidak terakomodasi,” ujar Rofiq di hadapan ribuan peserta deklarasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menambahkan bahwa Partai Gema Bangsa hadir sebagai respons atas praktik politik elitis yang dinilai semakin jauh dari kebutuhan riil masyarakat. Oleh karena itu, partainya mengusung visi kemandirian bangsa di bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya, serta mendorong kebangkitan kedaulatan daerah dan desa sebagai pilar pembangunan nasional.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gema Bangsa Kabupaten Kudus, KRT Susanto, menyatakan deklarasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh kader di daerah. “Deklarasi ini menambah optimisme kami untuk membesarkan Partai Gema Bangsa, khususnya di Kabupaten Kudus. Kami menargetkan mampu mengantarkan wakil hingga satu fraksi di DPRD Kudus,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Susanto, pemilihan JICC sebagai lokasi deklarasi juga menjadi simbol kesiapan Partai Gema Bangsa tampil sebagai partai nasional. Ia menegaskan bahwa partai ini bukan sekadar pelengkap, melainkan siap bersaing secara setara dengan partai-partai besar yang selama ini mendominasi panggung politik nasional.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2