Untuk menjawab tantangan tersebut, tim UNESA menyusun pelatihan dalam tiga tahapan yang saling berkaitan. Tahap pertama berfokus pada evaluasi produk. Sanaji dan Yessy Artanti mendampingi peserta menelaah kinerja, keunggulan, dan peluang pengembangan usaha melalui pemaparan interaktif, lokakarya kelompok, serta diskusi terarah. Hasil evaluasi ini menjadi landasan bagi pelaku UMKM untuk menentukan langkah peningkatan daya saing produknya.

Tahap kedua diarahkan pada penyusunan strategi pengembangan usaha. Dipandu Andre Dwijanto Witjaksono dan Harlina Meidiaswati, peserta membahas kasus usaha masing-masing untuk merumuskan draf strategi dan program pengembangan produk, termasuk menetapkan arah pengembangan bisnis dalam lima tahun ke depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selanjutnya, pada tahap ketiga, Cici Widowati dan Dewi Ratih mendampingi peserta merancang paket wisata yang mengintegrasikan berbagai potensi unggulan Desa Sepande. Peserta diajak mengidentifikasi calon mitra, berlatih melakukan negosiasi dan komunikasi melalui simulasi, serta mempelajari praktik pengembangan desa wisata di daerah lain.

Dari rangkaian diskusi tersebut, peserta berhasil mengidentifikasi empat alternatif paket wisata potensial, yaitu wisata edukasi, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata produk UMKM. Keempat konsep ini dirancang untuk menghubungkan aktivitas usaha masyarakat dengan pengalaman wisata yang lebih terpadu, sehingga pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga berkesempatan mengenal proses produksi, kekayaan kuliner, dan budaya lokal Sepande.

Peserta kemudian melakukan penilaian terhadap keunggulan masing-masing konsep dan daya tariknya di pasar. Hasil penilaian menunjukkan bahwa keempat paket wisata tersebut dinilai memiliki keunggulan yang tinggi dan daya tarik pasar yang kuat. Temuan ini menjadi modal awal untuk melanjutkan pengembangan serta implementasi paket wisata sesuai dengan potensi dan kesiapan masyarakat.

Pendampingan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Tim UNESA akan melanjutkan pemantauan secara daring untuk mengikuti perkembangan pelaksanaan rencana yang telah disusun peserta. Melalui mekanisme tersebut, tim juga akan membantu mengidentifikasi kendala dan mendiskusikan alternatif solusi yang dapat diterapkan di lapangan.

Sanaji berharap program pendampingan ini dapat mendorong pelaku UMKM meningkatkan kinerja usahanya sekaligus memperkuat peran desa wisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Dampaknya adalah peningkatan kinerja UMKM pendukung desa wisata, yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, dan pelaku UMKM, Desa Sepande diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal menjadi pengalaman wisata yang bernilai tambah. Upaya ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat identitas Sepande sebagai Desa 1000 UMKM dan membangun daya saing destinasi wisata di Kabupaten Sidoarjo.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2