Lebih lanjut, Ahmad Rizki memaparkan berbagai peluang karir di bidang perpajakan yang dapat diakses oleh lulusan akuntansi, mulai dari konsultan pajak, staf pajak perusahaan, auditor, hingga aparatur sipil negara di lingkungan DJP.
Menurutnya, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami perpajakan digital akan terus meningkat seiring dengan perluasan sistem dan penguatan kepatuhan pajak nasional.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan seputar praktik pelaporan pajak, tantangan implementasi sistem digital, hingga strategi mempersiapkan diri memasuki dunia kerja di sektor perpajakan.
Kegiatan ini dinilai memberikan nilai tambah karena menghubungkan langsung teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan.
Ketua HIMA Akuntansi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi mahasiswa untuk mendukung peningkatan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa.
Sosialisasi ini diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi mahasiswa agar lebih percaya diri menghadapi tuntutan dunia kerja, khususnya di bidang perpajakan yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa akuntansi tidak hanya memperoleh pemahaman tentang sistem perpajakan digital, tetapi juga mendapatkan gambaran utuh mengenai arah perkembangan profesi pajak di masa depan.
Sosialisasi Pajak Digital ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kampus, organisasi mahasiswa, dan instansi pemerintah mampu melahirkan ruang pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan zaman.





