BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Menjawab tantangan transformasi digital di sektor perpajakan Indonesia, puluhan mahasiswa Akuntansi mengikuti kegiatan Sosialisasi Pajak Digital (E-Filing, E-Faktur, E-Billing) dan Peluang Karir di Bidang Perpajakan yang digelar pada Rabu, 12 Februari 2025.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami praktik perpajakan modern sekaligus memetakan peluang karir yang kian terbuka lebar di era digital.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMA) dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama setempat ini berlangsung interaktif dan aplikatif. Tidak hanya berfokus pada pemahaman konseptual, sosialisasi juga menekankan aspek teknis penggunaan sistem perpajakan digital yang saat ini menjadi tulang punggung layanan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yakni E-Filing untuk pelaporan pajak, E-Faktur untuk administrasi PPN, serta E-Billing sebagai sistem pembayaran pajak secara elektronik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemateri utama, Indah Kurniawati, S.E., M.Ak., menegaskan bahwa digitalisasi perpajakan merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, mahasiswa akuntansi harus mulai membangun kompetensi sejak dini agar mampu beradaptasi dengan dinamika profesi perpajakan yang terus berkembang.

“Perpajakan hari ini tidak lagi identik dengan tumpukan berkas dan proses manual. Semuanya berbasis sistem. Mahasiswa akuntansi harus siap menjadi generasi profesional yang tidak hanya paham angka, tetapi juga mahir teknologi pajak,” jelasnya di hadapan peserta.

Dalam pemaparannya, Indah Kurniawati mengulas secara rinci alur penggunaan E-Filing, mulai dari pembuatan akun DJP Online, pengisian SPT, hingga proses pelaporan secara elektronik yang cepat dan efisien. Ia juga menjelaskan fungsi strategis E-Faktur dalam menjaga transparansi dan akurasi data pajak pertambahan nilai, serta peran E-Billing dalam menciptakan sistem pembayaran pajak yang lebih tertib, aman, dan terdokumentasi.

Transformasi menuju tax digitalization yang digencarkan DJP turut mengubah lanskap profesi perpajakan secara signifikan. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Rizki, S.E., M.Ak., narasumber dari KPP Pratama yang turut memberikan penguatan materi.

Ia menekankan bahwa kemampuan teknis akuntansi saja kini tidak lagi cukup. “Era manual dan antre panjang di KPP sudah berakhir. Sekarang, semua proses inti perpajakan bisa diakses secara online. Mahasiswa sebagai calon praktisi harus melek dan terampil menggunakan platform digital ini sejak dini,” tegasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2