Lomba memancing digelar secara bergelombang, dan diperkirakan akan melibatkan hingga 1.050 peserta. Sejak pagi hari, masyarakat terlihat antusias memadati area kolam. Para peserta berasal dari berbagai penjuru Lamongan bahkan dari luar daerah, menjadikan acara ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus hiburan rakyat.
“Tak hanya sekadar lomba, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pasar murah sebagai bagian dari program pengendalian harga bahan pokok. Sebanyak 2 ton beras dan 300 kilogram minyak goreng disediakan untuk dijual jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), guna meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih,” ungkap Danrem.
“Di lahan ini juga kami tanami padi dan jagung sebagai bagian dari program swasembada pangan. Ini bukan hanya simbolik, tapi bentuk nyata komitmen kita untuk mendukung ketahanan pangan,” lanjut Danrem.
Lahan Kampung Pandu Jotosanur sendiri kini telah dimanfaatkan sebagai kawasan multifungsi. Selain kegiatan pertanian dan kolam pancing, lokasi ini menjadi sarana edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan semangat TNI dalam mewujudkan pembangunan berbasis kerakyatan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan menjadi contoh nyata sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan serta mempererat persatuan. Diharapkan ke depan, Kolam Pandu Sakti dan kawasan sekitarnya dapat terus dikembangkan menjadi pusat aktivitas produktif yang berkelanjutan.(Bs).





