“Terus meningkatnya kapasitas produksi dan distribusi Perseroan telah semakin memperkuat daya saing CLEO di industri AMDK di Tanah Air,” kata Melisa.

Selain mengandalkan ekspansi kapasitas dan jaringan distribusi, CLEO juga menyiapkan inovasi dari sisi produk. Perseroan berencana memperluas variasi produk pada kuartal III 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pengembangan portofolio tersebut menjadi bagian dari strategi CLEO untuk menjawab perubahan kebutuhan konsumen sekaligus memperkuat posisi di tengah persaingan industri AMDK. Perseroan melihat inovasi produk sebagai salah satu faktor penting untuk menjaga pertumbuhan dalam jangka panjang.

Melisa mengatakan ekspansi bisnis akan dilakukan secara konsisten dengan tetap memperhatikan optimalisasi produksi. Perseroan berharap kombinasi peningkatan kapasitas, penguatan distribusi, dan inovasi produk dapat menopang pencapaian target kinerja tahun ini.

“Kami yakin, ekspansi dan inovasi yang terus dilakukan secara konsisten, dibarengi dengan upaya optimalisasi produksi yang dilakukan dengan gencar akan mengantarkan Perseroan pada pencapaian target pertumbuhan kinerja dobel digit yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Dengan kinerja semester I yang tumbuh solid dan sejumlah agenda ekspansi hingga akhir tahun, CLEO menargetkan pertumbuhan dua digit sepanjang 2026. Strategi tersebut akan menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan daya saing di industri AMDK nasional.

Ekspansi pabrik di Palu, Pekanbaru, dan Pontianak juga diharapkan dapat memperkuat kesiapan CLEO menghadapi pertumbuhan permintaan. Sementara itu, penambahan jaringan distribusi hingga 500 titik menjadi modal bagi perseroan untuk memperluas penetrasi pasar di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan kombinasi ekspansi produksi, distribusi, dan inovasi produk, CLEO optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif yang telah dicapai sepanjang paruh pertama 2026 hingga akhir tahun.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2