LAMONGAN — Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemantauan dan tindak lanjut penerapan Program Pekarangan Bergizi (P2B) di wilayah Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pemanfaatan lahan masyarakat berjalan optimal sekaligus memantau perkembangan tanaman pangan bergizi yang telah dibudidayakan.
Kapolsek Kembangbahu Iptu Sono, S.H., mengatakan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap upaya meningkatkan ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.
“Kami terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang ada, termasuk pekarangan rumah, untuk ditanami tanaman pangan bergizi. Monitoring ini dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat sehingga dapat dicarikan solusi bersama,” ujar Iptu Sono.
Kegiatan monitoring dilaksanakan pada Senin (17/8/2026) mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Dua personel Polsek Kembangbahu, yakni Aiptu Mustar dan Aipda Kujianto, diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap lahan yang telah dimanfaatkan dalam pelaksanaan Program Pekarangan Bergizi.
Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan terhadap sejumlah tanaman pangan yang telah dibudidayakan masyarakat, antara lain tomat, cabai, terong, dan berbagai tanaman pangan lainnya. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan tanaman, sekaligus memastikan pemanfaatan lahan dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.
Program Pekarangan Bergizi menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan secara produktif dengan mengembangkan tanaman pangan yang dapat mendukung kebutuhan pangan keluarga. Selain memberikan manfaat dari sisi ketersediaan bahan pangan, pemanfaatan pekarangan juga dapat menjadi langkah sederhana bagi masyarakat untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Personel Polsek Kembangbahu tidak hanya melakukan pengecekan kondisi tanaman, tetapi juga menggali informasi mengenai berbagai kendala yang mungkin dihadapi masyarakat dalam proses budidaya. Kendala tersebut menjadi bahan evaluasi untuk kemudian dicarikan solusi sehingga kegiatan pemanfaatan lahan dapat terus berjalan dan berkembang.





