LAMONGAN – Kapolsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur, AKP Joko Suprianto, SM., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara bendera yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islam, Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (17/8/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti seluruh santri serta santriwati Ponpes Al-Islam.
Dalam amanatnya, AKP Joko Suprianto mengajak seluruh santri dan santriwati untuk bersama-sama menjaga dan memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan persaudaraan sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan, saling menghormati, dan menghindari berbagai tindakan yang dapat memicu perpecahan di lingkungan pesantren maupun masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menjaga ukhuwah Islamiyah. Para santri dan santriwati merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” ujar AKP Joko Suprianto saat menyampaikan amanatnya.
Upacara bendera tersebut diikuti seluruh santri dan santriwati Ponpes Al-Islam. Kegiatan juga dihadiri perangkat Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, sebagai bentuk sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan, pemerintah desa, dan kepolisian dalam membangun karakter generasi muda.
Kapolsek Solokuro menyampaikan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, akhlak, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan para generasi muda. Karena itu, para santri diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan di bidang keagamaan, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang toleran, cinta tanah air, dan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Santri dan santriwati adalah bagian penting dari generasi penerus bangsa. Bekali diri dengan ilmu agama, ilmu pengetahuan, kedisiplinan dan akhlak yang baik. Jadilah generasi yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, agama, dan bangsa,” tuturnya.
AKP Joko Suprianto juga mengingatkan para santri agar bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga memiliki potensi menimbulkan persoalan apabila digunakan tanpa kehati-hatian. Para santri diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.





