LAMONGAN,  BeritaSiber.com – Polsek Karangbinangun, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam melalui Patroli Kota Presisi Tanggap Bencana di wilayah Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Minggu (4/10/2026). Patroli dilakukan dengan mengecek sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi banjir, pohon tumbang, tanah longsor hingga kebakaran yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

 

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Karangbinangun IPTU I Wayan Sumantra, S.H. mengatakan, patroli tanggap bencana merupakan langkah preventif kepolisian untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan personel apabila sewaktu-waktu terjadi bencana maupun kondisi darurat. Pengecekan lapangan dinilai penting terutama ketika terjadi hujan lebat yang berpotensi menimbulkan genangan, luapan air maupun pohon tumbang.

 

“Patroli tanggap bencana kami laksanakan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan secara langsung kondisi di lapangan. Anggota melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi terdampak banjir, pohon tumbang maupun gangguan lainnya akibat kondisi cuaca,” ujar IPTU I Wayan Sumantra.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Karangbinangun melakukan patroli dan pengecekan di wilayah Desa Karangbinangun serta sejumlah kawasan di sekitarnya. Petugas memantau kondisi lingkungan, aliran air, jalan serta keberadaan pepohonan yang berpotensi tumbang dan mengganggu akses maupun membahayakan pengguna jalan.

Patroli dilaksanakan oleh Aiptu Sugiono, Aiptu Witanto dan Aipda H. Anang YR. Selain mengantisipasi dampak cuaca dan hujan lebat, personel turut melakukan pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran maupun kondisi lain yang membutuhkan penanganan cepat.

Kapolsek menjelaskan, kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat. Kepolisian berupaya melakukan deteksi dini sehingga ketika ditemukan adanya potensi bahaya, koordinasi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait dapat segera dilakukan untuk meminimalkan risiko.

“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kejadian yang menimbulkan korban maupun kerugian. Karena itu, anggota kami arahkan untuk melakukan pengecekan secara langsung. Apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan masyarakat, tentunya akan segera dilakukan langkah penanganan dan koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2