“Gunakan media sosial secara bijak. Jangan mudah terpengaruh berita bohong, ujaran kebencian maupun informasi yang dapat menimbulkan perpecahan. Saring sebelum sharing dan selalu kedepankan sikap santun dalam berkomunikasi,” pesannya.

Selain menjaga ukhuwah Islamiyah, Kapolsek Solokuro juga mengajak seluruh peserta upacara untuk menjaga ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sesama anak bangsa. Menurutnya, semangat persaudaraan harus dibangun tanpa membedakan latar belakang, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menambahkan, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, termasuk kalangan pesantren dan generasi muda. Oleh karena itu, komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan pihak pesantren perlu terus dibangun.

“Kami dari Polsek Solokuro siap bersinergi dengan pihak pesantren dan seluruh elemen masyarakat. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif, serta menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Kegiatan upacara bendera di Ponpes Al-Islam tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk menanamkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan persaudaraan kepada para santri dan santriwati.

Dengan kuatnya ukhuwah Islamiyah dan semangat kebangsaan, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat serta ikut menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Solokuro dan Kabupaten Lamongan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2