LAMONGAN, BeritaSiber.com – Dalam upaya mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Solokuro, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan sambang dan dialogis bersama warga di Desa Tebluru, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan senyum, sapa, komunikasi humanis serta penyampaian pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.
Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto mengatakan, kegiatan sambang merupakan salah satu langkah kepolisian untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan familiar, kehadiran anggota kepolisian diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga semakin memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan warga.
“Kegiatan sambang dan dialogis ini menjadi sarana bagi kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan mengedepankan senyum, sapa serta pendekatan humanis sehingga masyarakat tidak merasa sungkan untuk berkomunikasi maupun menyampaikan informasi kepada kepolisian,” ujar Kapolsek Solokuro.
Dalam pelaksanaan sambang tersebut, personel Polsek Solokuro berdialog dengan warga sekaligus menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas. Masyarakat diajak meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan bersama-sama mencegah berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu ketenteraman warga.
Menurut Kapolsek, pemeliharaan kamtibmas tidak dapat dilakukan kepolisian seorang diri. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat memiliki peran penting karena warga merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi dan perkembangan situasi di lingkungan masing-masing.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya. Apabila mengetahui adanya suatu kejadian, permasalahan maupun potensi gangguan kamtibmas, kami berharap masyarakat segera berkoordinasi dan menyampaikannya kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.
Selain menyampaikan pesan keamanan, kegiatan dialogis juga dimanfaatkan untuk menyerap informasi, aspirasi serta berbagai masukan dari masyarakat. Komunikasi dua arah tersebut diharapkan dapat membantu kepolisian memetakan situasi kamtibmas sekaligus mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.





