Lebih lanjut, Andru berharap keberhasilan ekspor yang dilakukan PT ESM dapat menjadi contoh positif yang mampu menekan peredaran rokok ilegal atau rokok bodong di wilayah Madura.
“Ini layak dicontoh, sebab dengan demikian peredaran rokok bodong bisa ditekan,” tambahnya.
Sementara itu, Owner PT Empat Sekawan Mulia, Suhaydi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Bea Cukai Madura. Ia menyebut bahwa asistensi dari pihak Bea Cukai sangat penting dalam membantu perusahaan mempersiapkan ekspor secara profesional dan sesuai regulasi.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan. Kunjungan ini memberikan dampak positif bagi perusahaan. Harapannya, dengan asistensi ini, kami bisa meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar ekspor secara berkelanjutan,” ujar Suhaydi.
Untuk diketahui, PT ESM sebelumnya telah sukses melakukan ekspor perdana sebanyak 10 juta batang rokok merek King Bravo ke Filipina pada 9 Juli 2025. Dengan rencana ekspor ke Australia yang saat ini tengah dipersiapkan, PT ESM menunjukkan konsistensinya sebagai pelaku industri lokal yang mampu bersaing di pasar global.
Melalui langkah-langkah strategis seperti ini, sinergi antara Bea Cukai dan pelaku usaha diharapkan dapat mendukung peningkatan ekspor nasional, sekaligus menjaga ketertiban pasar hasil tembakau di dalam negeri.(has).






