Menurutnya, pencegahan hutang berlebihan harus dimulai dari peningkatan kesadaran dan literasi keuangan. Remaja dan mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk berpikir kritis sebelum mengambil keputusan finansial, termasuk keberanian untuk mengatakan tidak pada tawaran yang berisiko merugikan.
Kegiatan ini digagas sebagai respons atas fenomena meningkatnya gaya hidup konsumtif di kalangan generasi muda, yang dipengaruhi oleh media sosial, tren digital, serta kemudahan akses layanan keuangan berbasis teknologi. Tanpa pemahaman yang memadai, kondisi tersebut berpotensi menjerumuskan remaja dan mahasiswa pada permasalahan keuangan jangka panjang.
Melalui sosialisasi ini, FEB Unisla berupaya menghadirkan pendekatan edukatif yang aplikatif dan mudah dipahami. Materi disampaikan secara interaktif, disertai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan membekas.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan keuangan pribadi. Banyak peserta mengaku baru menyadari pentingnya perencanaan keuangan setelah mengikuti kegiatan ini, terutama terkait risiko hutang konsumtif dan pinjaman online ilegal.
Pihak penyelenggara berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat di kalangan remaja dan mahasiswa. Dengan literasi keuangan yang baik, generasi muda diharapkan mampu mengelola keuangan secara mandiri, terhindar dari jeratan hutang, serta lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Sosialisasi “Gerakan Melek Keuangan Sejak Dini” ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. FEB Unisla berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lamongan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Unisla menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecakapan hidup mahasiswa serta generasi muda secara luas. Literasi keuangan sejak dini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan berkeadilan secara ekonomi.





