BNPB juga tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait rencana pembangunan hunian tetap (huntap). Lahan seluas sekitar tiga hektare disiapkan untuk pembangunan 200 unit rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, dengan opsi penambahan lokasi apabila kebutuhan meningkat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Meski progres pemulihan terus berjalan, sejumlah kendala masih dihadapi di lapangan. Akses jalan Sibolga–Tarutung di KM 6,5 belum dapat dilalui akibat longsor, keterbatasan alat berat menghambat percepatan normalisasi, distribusi air bersih belum merata, serta beberapa ruas jalan masih tertutup material sedimen.

Di sisi lain, BNPB mengingatkan potensi cuaca ekstrem susulan berdasarkan pembaruan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Sibolga, mulai Kamis malam (18/12/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejumlah daerah lain di Sumatera Utara, baik kabupaten maupun kota, juga masuk dalam wilayah rawan terdampak cuaca ekstrem tersebut. Kondisi ini diperkirakan dapat berlangsung hingga dini hari.

Menanggapi hal tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan transportasi. Masyarakat diminta mematuhi arahan petugas dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan terpercaya.

BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan serta memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana terpenuhi.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2