Longsor di Kabupaten Purbalingga berdampak pada 22 KK atau 85 jiwa yang kini mengungsi. Kondisi tanah yang belum stabil membuat warga masih diminta menjauhi lereng.
Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah: Banjir melanda 5 desa di 4 kecamatan, berdampak pada sedikitnya 96 KK.
Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat: Banjir mengenai 165 KK atau 541 jiwa, namun air mulai surut. Warga kini fokus membersihkan lumpur dan puing.
Di Provinsi Riau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat telah membakar 2.294,75 hektare sejak awal tahun hingga 17 November 2025. Patroli dan monitoring terus dilakukan.
BNPB memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim hujan aktif. Hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di Sumatra (termasuk Sumatra Utara), Sebagian besar Pulau Jawa, Kalimantan Barat, Sulawesi.
Beberapa wilayah tersebut diimbau waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
Sementara itu, NTT dan Maluku diprediksi mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan ringan, namun tetap berpotensi mengalami peningkatan suhu dan kelembapan.
Secara khusus, BNPB menekankan peningkatan kewaspadaan di wilayah Jawa Tengah yang memiliki topografi berbukit dan rentan longsor. Warga diminta memperhatikan tanda-tanda awal seperti Hujan deras terus menerus lebih dari 1 jam, Retakan tanah baru, Pohon atau tiang mulai miring, Suara gemuruh dari arah lereng.
Jika tanda-tanda tersebut muncul, warga diminta segera melakukan evakuasi tanpa menunggu instruksi lanjutan.
Dalam jangka panjang, mitigasi diperlukan melalui penanaman vegetasi berakar kuat dan perbaikan drainase lereng.
BNPB memastikan pihaknya terus memonitor kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan percepatan penanganan darurat, pemulihan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.





