Indeks Ketahanan Keluarga (Dektara), BNN Kota Tebing Tinggi saat ini berada pada skor 73.482 (Rendah). Penurunan skor dektara terjadi disebabkan responden kurang memahami setiap pertanyaan dari survey yang diberikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pembentukan Penggiat Anti Narkotika, dimana 25 orang penggiat berasal dari lingkungan swasta dan 25 orang penggiat berasal dari lingkungan Pendidikan.

Deteksi Dini, sebanyak 94 kali dengan total jumlah peserta sebanyak 767 orang dan memperoleh hasil positif narkotika sebanyak 163 orang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKP (Indeks Kemandirian Partisipasi), pada tahun 2023 BNNK Tebing Tinggi memperoleh target IKP sebesar 3.395 (Mandiri). IKOTAN (Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba) masih dalam proses. Sosialisasi dan Edukasi P4GN Secara Tatap Muka.

Sementara capaian kinerja dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, BNN Kota Tebing Tinggi memiliki target berkas perkara sebanyak 2 berkas perkara, dan pada realisasinya mampu memperoleh 7 berkas perkara dengan capaian target sebanyak 350 persen.

“Tujuh berkas perkara tersebut terdiri dari 7 tersangka yang diamankan dari 3 TKP dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 4.89 gram, untuk layanan asesmen terpadu yang telah dilakukan oleh Tim Asesmen adalah sebanyak 3 orang. Dan pada realisasinya BNN Kota Tebing Tinggi mampu mencapai target sebanyak 15 orang dengan capaian target sebanyak 500 persen, lalu hasil razia 30 kali giat total yang dites urine berjumlah 367 orang dan ditemukan 136 orang positif narkoba,” sebutnya.

Seksi Rehabilitasi BNN Kota Tebing Tinggi pada tahun 2023 mendapat target penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan nilai 3,50. Dari hasil penilaian yang dilakukan kepada 54 orang klien yang menjalani rehabilitasi rawat jalan di BNN Kota Tebing Tinggi dan 20 orang klien yang menjalani rehabilitasi di unit IBM dengan nilai 3,68 kategori A, “Sangat Baik”.

Di akhir paparannya, Kepala BNN Kota Tebing Tinggi AKBP Alexander S Soeki menyampaikan hasil evaluasi perkembangan klien pasca rehabilitasi, didapati 20 orang mengalami peningkatan kualitas hidup.

“Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa 100 persen, klien pasca rehabilitasi mengalami peningkatan kualitas hidup,” tandasnya. (Ibnu Sihombing)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2