Puncak operasi terjadi Jumat (7/11) saat Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto memimpin langsung penggerebekan besar di Kampung Bahari. Dari lokasi ini, petugas menyita 89,1 kilogram sabu, 91 gram ganja, 159 butir ekstasi, uang tunai Rp1,46 miliar, dan uang palsu Rp5,5 juta.
Sembilan tersangka turut diamankan, bersama barang bukti lain seperti senjata tajam, senjata api, perhiasan, handphone, dan kendaraan bermotor.
Kepala BNN RI menegaskan bahwa operasi ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pemulihan masyarakat di kawasan rawan narkoba. Setelah penindakan, dilakukan pendataan, sosialisasi, dan pendekatan terhadap warga setempat untuk membangun kesadaran dan ketahanan sosial masyarakat.
“Keberhasilan Operasi Bersama ini merupakan hasil dari kebersamaan dan sinergi lintas instansi. Semangat kolaborasi inilah yang menjadi kunci dalam memberantas narkoba sekaligus memulihkan masyarakat yang terdampak,” ujar Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
BNN juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba melalui Call Center BNN di nomor 184 atau WhatsApp 081221675675.
Sebagai bagian dari pendekatan kemanusiaan, BNN mengajak para penyalahguna narkoba untuk mengakses layanan rehabilitasi gratis di kantor BNN atau Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) terdekat. Program ini bertujuan membantu pengguna agar pulih, produktif, dan terhindar dari jeratan narkoba di masa depan.
Dengan semangat War on Drugs for Humanity, BNN berharap Operasi Bersama ini menjadi langkah berkelanjutan menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).





