Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menjelaskan bahwa perusahaan kini telah bertransformasi menjadi penyedia layanan logistik dan keuangan digital. Sistem penyaluran BLT kini sepenuhnya terintegrasi dan berbasis aplikasi.
“Penerima cukup membawa surat undangan berisi barcode dan identitas diri ke kantor pos. Petugas akan memverifikasi data secara digital, dan BLT langsung bisa dicairkan,” jelas Haris.
Ia menambahkan, transformasi digital ini membuat layanan bansos lebih efisien dan transparan, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses distribusi bantuan pemerintah.
Meutya Hafid juga mengingatkan agar setiap petugas pos tetap mengutamakan pelayanan yang ramah dan berempati kepada masyarakat.
“Kita harus terus menyapa dengan empati dan melayani dengan hati. Karena bantuan ini bukan sekadar uang, tetapi wujud kepedulian negara,” ujarnya.
Pemerintah berharap inovasi digital ini bisa menjadi model bagi distribusi bantuan sosial lainnya di masa depan, memastikan kesejahteraan masyarakat meningkat seiring kemajuan teknologi.(*)






