Tak hanya itu, siswa juga diajarkan enam langkah mencuci tangan dengan benar sebelum makan. Langkah ini bertujuan menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini agar menjadi kebiasaan baik di masa mendatang.
Sementara itu, Mitra SPPG Surabayan, Tri Lestiyo Rini, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya berperan sebagai penyalur, tetapi juga menjaga standar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
“Kami selalu berkoordinasi dengan tim ahli gizi untuk memastikan bahwa menu yang diberikan sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Bahan baku dicek setiap hari, dan jika ada yang tidak layak, langsung kami komunikasikan dengan supplier,” terang Rini.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran kostum superhero bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi pendekatan agar program makanan bergizi ini lebih mudah diterima anak-anak dan membentuk pengalaman belajar yang menyenangkan.
Kepala sekolah juga berharap agar ke depan distribusi makanan bisa dilakukan lebih pagi, sehingga siswa bisa langsung mengonsumsinya saat jam istirahat pertama.
“Kalau bisa dikirim lebih pagi, anak-anak bisa menikmati makanannya dalam keadaan hangat dan bisa langsung kembali ke pelajaran setelahnya,” tambah Lis Nurhayati.
Dengan menghadirkan superhero, makanan bergizi, serta edukasi kebersihan, program ini dinilai berhasil menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi siswa.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.(Bs).





