Fenomena balon udara liar sendiri kerap terjadi di wilayah Pamekasan, terutama menjelang dan saat perayaan Hari Raya Idulfitri. Meski oleh sebagian masyarakat dianggap sebagai tradisi, praktik ini telah berulang kali mendapat peringatan dari aparat karena potensi bahayanya.

Selain dapat memicu kebakaran, balon udara tanpa kendali juga berisiko mengganggu jaringan listrik hingga membahayakan jalur penerbangan pesawat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Warga berharap pihak berwenang segera melakukan penelusuran terkait asal-usul balon bertuliskan “Marbol Group” tersebut. Mereka juga meminta adanya tindakan tegas guna mencegah kejadian serupa kembali terulang.

“Kalau dibiarkan terus, ini bisa membahayakan banyak orang. Harus ada tindakan tegas,” tegas warga lainnya.

Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga meningkatkan patroli serta sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya balon udara liar, terutama menjelang momen Lebaran yang kerap diwarnai aktivitas serupa.(Akm).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2