BERITASIBER.COM I BOGOR — Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Amin, menyerukan gerakan penghijauan masif di kawasan Puncak, Bogor. Ia bersama anggota BAKN lainnya menanam pohon dalam kegiatan bertajuk “Program Reforestasi Tanam Sejuta Pohon”, di Kawasan Agrowisata Gunung Mas, Cisarua Bogor, Jumat (02/05/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk respons terhadap kondisi lingkungan yang kian mengkhawatirkan akibat deforestasi, alih fungsi lahan, serta meningkatnya risiko bencana alam.

Dalam kegiatan tersebut, BAKN DPR RI bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dalam pengadaan dan penanaman pohon secara berkelanjutan. Kerja sama ini mencakup penyediaan bibit pohon, pemetaan wilayah yang akan direforestasi, serta pendampingan teknis dalam proses penanaman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Ini bukan sekadar seremoni. Kerja sama dengan PTPN menunjukkan bahwa sinergi antara negara dan BUMN bisa menjadi kekuatan besar untuk memperbaiki kerusakan lingkungan,” ujar Amin.

Wakil Ketua Fraksi PKS itu mengungkapkan, kawasan Puncak yang dulu dikenal sebagai benteng ekologi bagi Jabodetabek, kini tengah mengalami penurunan tutupan hutan yang sangat drastis.

Alih fungsi lahan menjadi permukiman dan vila telah mengikis kemampuan kawasan ini dalam menyerap air hujan, sehingga memperbesar risiko banjir dan longsor.

Kondisi ini terbukti dalam bencana banjir bandang yang melanda kawasan Bogor pada Maret 2025 lalu. Banjir tersebut diduga kuat dipicu oleh kerusakan lingkungan akibat masifnya konversi lahan kebun menjadi permukiman dan bangunan vila.

Akibatnya, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan parah, termasuk tujuh unit jembatan yang terdampak. Satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus deras, sementara bencana hidrometeorologi ini juga memengaruhi kehidupan 1.399 jiwa dari 381 keluarga.

Laporan Forest Watch Indonesia (FWI) mengungkapkan bahwa sejak awal 2000-an, kawasan Puncak telah kehilangan ribuan hektare tutupan hutannya. Sekitar 5.700 hektare hutan di kawasan Puncak dan sekitarnya hilang hanya dalam periode 2000–2016.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2